PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL
Pembangunan pertahanan dan keamanan nasional merupakan bagian
integral dari pembangunan nasional. Berhasilnya pembangunan nasional
akan meningkatkan ketahanan nasional dan selanjutnya ketahanan nasional
yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional.
Pembangunan pertahanan dan keamanan nasional didasarkan pada
pandangan hidup bangsa Indonesia yang mencintai perdamaian, tetapi
terlebih lagi mencintai kemerdekaan dan kedaulatannya. Hanya dalam
suasana kehidupan dunia yang damai dan dalam suasana negara yang merdeka
dan berdaulat itu, memungkinkan bangsa Indonesia untuk meningkatkan
kesejahteraannya melalui usaha pembangunan.
Upaya pertahanan dan keamanan nasional haruslah menjamin tercegahnya
atau teratasinya hal-hal yang langsung atau tidak langsung dapat
mengganggu jalannya pembangunan nasional. Hal-hal yang langsung dapat
mengganggu jalannya pembangunan nasional, adalah gangguan keamanan dalam
negeri dan ancaman terhadap kemerdekaan, kedaulatan dan integritas RI,
sedangkan hal-hal yang bersifat tidak langsung adalah keamanan dunia
umumnya dan keamanan di kawasan Asia Tenggara khususnya.
Bangsa Indonesia menyadari bahwa kelangsungan hidup Bangsa dan
Negara ditentukan oleh keberhasilan pembangunan nasionalnya, Ancaman
dan gangguan oleh lawan dari dalam dan luar negeri, merupakan hal yang
tidak dapat begitu saja diserahkan kepada nasib, ataupun dipercayakan
kepada kekuatan-kekuatan lain di dunia. Oleh karena itu upaya dan cara
penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional ditentukan dalam
kebijaksanaan Hankamnas.
Perang sebagai jalan pemecahan terakhir hanya dilakukan dalam
keadaan terpaksa oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, daya upaya
untuk memperoleh dan mempertahankan keadaan aman dan damai harus selalu
dilakukan oleh segenap rakyat bersama ABRI.
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pembelaan negara. Hal ini merupakan dasar dari sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta. Pelaksanaannya diatur dengan memenuhi keadilan
dan pemerataan dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan nasional.
Dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, ABRI yang tumbuh
dari rakyat serta bersama dalam kemanunggalan dengan rakyat menegakkan
dan mengisi kemerdekaan bangsa, menjadi inti dalam sistem tersebut.
Pertahanan dan keamanan nasional yang disusun berdasarkan sistem
Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta akan mampu mensukseskan
perjuangan nasional pada umumnya, pembangunan nasional pada khususnya
dan mengamankannya dari setiap ancaman, sehingga usaha bangsa dalam
mencapai tujuan nasional dapat berlangsung dalam suasana damai, aman,
tenteram, tertib dan dinamis.
Pembinaan pertahanan dan keamanan nasional diusahakan untuk
meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan, yang meliputi kemampuan
kekuatan di darat, di laut, di udara, penertiban dan penyelamatan
masyarakat, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas pertahanan dan
keamanan nasional sesuai dengan keperluan dan tantangan yang dihadapi
oleh negara dan bangsa Indonesia.
Kekaryaan Angkatan Bersenjata RI sebagai kekuatan sosial, bersama
kekuatan sosial lainnya, memikul tugas dan tanggung jawab perjuangan
bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan memperjuangkan kesejahteraan bagi
seluruh rakyat Indonesia. Pembinaan kemampuan ABRI
sebagai
kekuatan sosial diarahkan agar Angkatan Bersenjata RI dalam
kemanunggalannya dengan rakyat,mampu secara aktif melaksanakan kegiatan
pembangunan nasio-nal, serta dapat meningkatkan peranannya dalam
memperkokoh ketahanan nasional. Di samping itu, operasi Bakti ABRI meru-
pakan peluang untuk menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada
masyarakat.
Kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam pembangunan Hankamnas berpedoman pula pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Prinsip ekonomi dan efisiensi.
Pembangunan pertahanan dan keamanan nasional secara keseluruhan harus
dikaitkan dengan pembangunan dalam bidang kesejahteraan sedemikian rupa
sehingga merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Setiap
investasi harus menunjukkan kemanfaatan yang nyata dalam hubungannya
dengan pencapaian tujuan atau sasaran, serta harus memiliki waktu
kegunaan yang cukup panjang. Suatu kegunaan tambahan hendaknya
diusahakan apabila mungkin.
Meskipun pertahanan dan keamanan nasional merupakan suatu upaya yang tidak bisa diabaikan, prioritas pembangun‑
Kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam pembangunan Hankamnas berpedoman pula pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Prinsip ekonomi dan efisiensi.
Pembangunan pertahanan dan keamanan nasional secara keseluruhan harus
dikaitkan dengan pembangunan dalam bidang kesejahteraan sedemikian rupa
sehingga merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Setiap
investasi harus menunjukkan kemanfaatan yang nyata dalam hubungannya
dengan pencapaian tujuan atau sasaran, serta harus memiliki waktu
kegunaan yang cukup panjang. Suatu kegunaan tambahan hendaknya
diusahakan apabila mungkin.
Meskipun pertahanan dan keamanan nasional merupakan suatu upaya yang
tidak bisa diabaikan, prioritas pembangun‑an nasional akan harus
diletakkan pada pembangunan bidang kesejahteraan, sehingga alokasi
sumber daya nasional juga akan harus mengutamakan yang terakhir ini.
Upaya pertahanan dan keamanan harus menyesuaikan segenap
rencanarencananya dengan sumber yang disediakan untuknya, dan kemampuan
kemampuan harus dibangun dengan menetapkan sasaran-sasaran yang harus
dicapai secara bertahap.
Prinsip ekonomi perlu diterapkan sebaik mungkin dalam usaha
pertahanan dan keamanan; di samping itu efektivitas untuk menghadapi
keadaan darurat harus tetap terjamin. Dalam keadaan aman dan damai
dipelihara kekuatan pertahanan dan keamanan yang relatif kecil tetapi
efisien, yang dalam keadaan darurat harus dapat dikembangkan dengan
cepat. Keperluan akan kemampuan pengembangan kekuatan ini menghendaki
agar dirumuskan suatu sistem cadangan, yang mencakup kekuatan lapangan
beserta segenap unsur, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk
mendukungnya.
2. Mencukupi kebutuhan sendiri
Dalam rangka modernisasi penyelenggaraan pertahanan dan keamanan
nasional hendaklah digunakan perlengkapan yang disesuaikan dengan
tingkat kemajuan teknologi bangsa Indonesia. Hasil produksi dalam
negeri harus diutamakan. Keharusan untuk mengurangi ketergantungan pada
luar negeri menuntut dibangunnya industri pertahanan dan keamanan
nasional ataupun industri umum yang dapat digunakan untuk itu,
setidak-tidaknya untuk memproduksi perlengkapan dan bekal yang paling
vital.
Suatu penelitian nasional perlu dilaksanakan untuk membuat
inventarisasi kemampuan industri dalam negeri guna mendukung
penyelenggaraan pertahanan dan keamanan dan direncanakan cara-cara
pemanfaatannya dalam keadaan darurat.
Pemeliharaan dan perawatan mempunyai peranan yang sangat panting
dalam menjamin kesiapan peralatan yang juga menentukan tingkat kemampuan
pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu kemampuan pemeliharaan yang
tinggi meliputi keahlian, bahan-bahan dan alat-alat pemeliharaan, perlu
mendapat perhatian. Keterbatasan jumlah peralatan yang dimiliki agar
diimbangi dengan kemampuan pemeliharaan yang tinggi.
- Dislokasi kekuatan
Kekuatan-kekuatan lapangan menurut sifat dan tugas khasnya
masing-masing, harus direncanakan menempati posisi strategis yang
memungkinkan dilakukannya reaksi yang cepat terhadap ancaman yang
datang. Daerah-daerah perbatasan, alur-alur pelayaran dan selat-selat
yang penting, perlu dinilai tingkat kemungkinan menjadi arah pendekat
potensiil bagi berbagai bentuk ancaman, untuk kemudian digunakan
sebagai dasar penentu dislokasi kekuatan atau pangkalan yang sesuai.
Perhatian yang lebih besar harus diberikan kepada kekuatan pemukul,
yang perlu memperoleh latihan-latihan terus-menerus dengan dukungan
fasilitas yang sebaik mungkin. Daerah-daerah latihan yang cukup luas di
luar Jawa yang sekaligus dijadikan pangkalan bagi satuan-satuan, perlu
memper
oleh prioritas yang tinggi dalam pembangunan pertahanan dan keamanan nasional.
- Perundang-undangan
Hak, kewajiban dan kehormatan turut serta dalam pembelaan negara
dari setiap warganegara Indonesia, harus dilaksanakan dalam bentuk
keadilan dan pemerataan menjalankan tugas pertahanan dan
keamanan. Peranan rakyat sebagai
sasaran maupun pelaku dalam perang total, menghendaki pembinaan
mental dengan mendapatkan prioritas yang tinggi. Ideologi Pancasila
dan nilai-nilai bangsa harus tertanam
dengan teguh dalam alam pikiran, sehingga mewujudkan sua-
tu ketahanan mental yang tangguh. Keahlian dan ketrampilan melakukan pekerjaan harus dibina agar setiap orang dapat menjalankan
. tugasnya dengan sempurna.
Berbagai hal dalam penyelenggaraan pertahanan dan keamanan, karena
menyangkut kepentingan berbagai pihak dan rakyat banyak, harus diatur
melalui undang-undang atau peraturan pemerintah. Undang-undang Pokok
Pertahanan dan Keamanan Nasional yang menetapkan aturan-aturan pokok
yang dilandasi oleh falsafah bangsa, Undang-Undang Dasar 1945 dan
Doktrin Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta, perlu segera
diwujudkan.
- Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Teknologi
Penelitian dan pengembangan yang tertuju pada perwujudan
perlengkapan, umumnya memerlukan dana, daya dan waktu yang sangat
banyak.
Penghematan dalam bidang ini dapat dicapai melalui kerjasama yang
erat dengan lembaga lain di luar ABRI. Hendak-nya selalu dicegah
kegiatan-kegiatan yang bersifat duplikasi; pengalihan pengetahuan dan
teknologi dari luar negeri melalui berbagai cara dapat dimanfaatkan
untuk mempercepat penguasaan dan usaha pengembangan.
Keberhasilan tugas pertahanan dan keamanan nasional banyak tergantung
pada dukungan yang diberikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh
karena itu, upaya pertahanan dan keamanan nasional harus dapat
memanfaatkan hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Kekaryaan
Hubungan timbal balik yang sangat erat antara bidang keamanan dan
kesejahteraan nasional, menghendaki agar pembangunan ABRI tidak
semata-mata diarahkan kepada pembentukan kekuatan pertahanan dan
keamanan. Pembangunan ABRI hendaknya juga diarahkan agar memiliki
kemampuan untuk berfungsi sebagai kekuatan sosial, yang bersama dengan
kekuatan-kekuatan sosial lainnya dapat menanggapi dan mengatasi
permasalahan-permasalahan nasional seba-
gai suatu kebulatan, sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional yang utuh.
Pembinaan kemampuan ABRI sebagai kekuatan sosial diarahkan agar ABRI
mampu untuk bersama-sama kekuatan sosial lainnya secara aktif
melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan nasional serta meningkatkan
peranannya secara aktif dalam memperkokoh ketahanan nasional.
Kekaryaan ABRI yang merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian
ABRI sebagai kekuatan sosial, bersama kekuatan sosial lainnya memikul
tugas dan tanggung jawab perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan
memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Menejemen Hankam
Menejemen pertahanan dan keamanan, yang mencakup sumber daya,
Angkatan Bersenjata dan Departemen Pertahanan dan Keamanan, haruslah
bisa dilaksanakan secara efektif dan dengan efisiensi yang tinggi.
Untuk itu agar selalu diusahakan pengembangan dan penerapan menejemen
yang mutakhir.
- Pemanfaatan Peluang
Pemanfaatan peluang pada hakekatnya adalah suatu
usaha
untuk memperkecil atau meniadakan pertentangan yang sering terjadi
antara tuntutan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional.
Perencana-perencana pada semua ting-
kat harus selalu waspada untuk mengidentifikasikan setiap peluang
yang muncul, serta siap memanfaatkan semua kesempatan yang bisa
menghemat penggunaan sumber daya, memperkecil kerugian, atau
menghasilkan kegunaan tambahan.
Pembangunan pertahanan dan keamanan hendaknya diusahakan agar
memanfaatkan setiap peluang untuk turut serta memecahkan
permasalahan-permasalahan nasional maupun daerah. Setiap rencana
pembangunan kekuatan dan prasarana Hankamnas hendaknya ditinjau
kaitannya dengan usaha-usaha memecahkan masalah-masalah kependudukan,
pemukiman, kesempatan kerja, pengembangan daerah, kelestarian
lingkungan, dan sebagainya. Sebaliknya upaya pertahanan dan keamanan
hendaknya juga dapat memberikan pandangan dan saran bagaimana upaya
dalam bidang pembangunan kesejahteraan dapat memanfaatkan peluang untuk
turut serta memecahkan permasalahan-permasalahan dalam bidang keamanan
nasional, termasuk pertahanan dan keamanan.
Peluang untuk turut serta mengurangi kepadatan penduduk daerah yang
satu, dan menambah di daerah yang lain, harus dimanfaatkan secara
bersungguh-sungguh dalam upaya pertahanan dan keamanan. Pemindahan
satuan-satuan dari Jawa ke pangkalan-pangkalan baru yang permanen di
daerah-daerah yang kurang penduduknya, harus segera dapat dimulai.
Pangkalan-pangkalan baru tersebut agar diusahakan dapat berfungsi
sebagai pusat-pusat perkembangan daerah.
Peluang untuk turut serta mendorong usaha perkembangan industri
nasional dan perluasan kesempatan kerja, harus diusahakan secara
bersungguh-sungguh dengan sebanyak mungkin melaksanakan pengadaan
periengkapan pertahanan dan keamanan pada industri di dalam negeri.
Permasalahan Hankamnas yang sangat luas dan rumit yang harus dihadapi
ABRI, menyebabkan bahwa sebagai suatu organisasi, ia memiliki kemampuan
menanggapi permasalahan-permasalahan yang luas, baik dalam bidang
keamanan maupun bidang kesejahteraan nasional.
Kemampuan ini hendaknya dimanfaatkan untuk menunjang upaya
pembangunan nasional, dengan turut serta dalam kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan dan kenegaraan, meneruskan tradisinya sebagai salah satu
kekuatan sosial yang dinamis.
Peluang untuk turut serta secara aktif dalam kegiatan-ke-
giatan pembangunan, hendaknya selalu dimanfaatkan oleh ABRI.
Kemampuan-kemampuan produktif yang dapat digunakan untuk menunjang
pembangunan kesejahteraan nasional, hendaknya dimanfaatkan pada setiap
kesempatan yang muncul. Operasi Bakti hendaknya dijadikan suatu tradisi
bagi ABRI, di masa damai maupun di masa perang, sebagai perwujudan dari
kemanunggalan ABRI dengan rakyat.
1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Hankamnas
Tujuan Pembangunan Hankamnas adalah pertama-tama mewujudkan daya
tangkal; yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak,
baik yang mempunyai maksud memusuhi Negara dan Bangsa Indonesia maupun
yang merencanakan agresi dengan cara apapun juga, bahwa mere-ka tidak
akan dapat mencapai tujuan atau maksudnya. Daya tangkal demikian
terutama akan harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia
seluruhnya, yang harus memiliki ketahanan ideologis dan mental yang
tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha yang dapat membahayakan
kelangsungan hidup Bangsa Indonesia, ideologi Pancasila, nilai-nilai
nasional lainnya dan integritas wilayah Negara Re
publik Indonesia.
Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun
kekuatan-kekuatan yang nyata maupun potensiil, yang secara integral
mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup melaksanakan berbagai tugas
umum yang terkandung dalam kebijaksanaan pertahanan dan keamanan
nasional, sekaligus menegakkan hak serta kedaulatan negara atas
wilayahnya berdasarkan Wawasan Nusantara.
Adapun sasaran Pembangunan Hankamnas adalah :
- Kekuatan rakyat terlatih yang merata di seluruh wilayah Negara dan
nyata dapat dirasakan, berwujud masa rakyat yang militan, spontan,
didasari ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah
air, untuk menentang setiap usaha atau gejala yang membahayakan, melawan
musuh yang mengancam kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia,
tanpa mengenal menyerah.
Angkatan Perang dengan kekuatan siap kecil dan cadangan yang cukup,
yang sanggup menghadapi situasi yang dapat timbul di masa depan, dan
menjalankan berbagai tugas lainnya yang dapat dibebankan kepadanya,
termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan negara atas seluruh
wilayahnya.
c. Polri yang sanggup menjalankan tugas pengamanan dan penertiban
masyarakat; penyelamatan jiwa-raga dan hartabenda; mencegah dan
menindak penyimpangan hukum; serta menjalankan berbagai tugas lainnya
yang dapat dibebankan kepadanya.
2. Program Hankamnas
Pembinaan pertahanan dan keamanan nasional diusahakan untuk
meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan, yang meliputi kemampuan
kekuatan di darat, di laut, di udara, penertiban dan penyelamatan
masyarakat, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas pertahanan dan
keamanan nasional sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi
oleh negara dan bangsa Indonesia.
Untuk dapat mencapai sasaran kemampuan tersebut maka dalam Repelita III akan dilaksanakan program-progam seba‑ gai berikut:
- Program Utama Kekuatan Pertahanan.
- Program Utama Kekuatan Keamanan
- Program Utama Kekuatan Keamanan.
- Program Utama Dukungan Umum.
- Program Utama Bakti ABRI.
a. Program Utama Kekuatan Pertahanan
Program Utama Kekuatan Pertahanan menjadi titik perhatian utama dari segenap upaya pembinaan pertahanan
di masa yang akan datang. Pertimbangan segi ekonomi dan efisiensi, dihadapkan pada efektivitas pelaksanaan tugas-
tugas umum, menuntut agar TNI-AD memberikan perha-
tian yang lebih besar terhadap peningkatan kemampuan
Bala Pertahanan Wilayah, sedangkan TNI-AL dan TNI
AU meningkatkan kemampuan Bala Pertahanan Terpusat
Dan Angkutan Terpusat. Peningkatan kemampuan Kekuat-
an Pertahanan ini disertai upaya untuk meningkatkan kemampuan
organisasi komando dan pengendalian antar Angkatan. Untuk seluruh
Kekuatan Pertahanan ini perlu dibangun atau ditingkatkan
fasilitas-fasilitas pangkalan, baik yang berupa pangkalan operasi maupun
asrama kesatuan, yang lokasinya sedapat mungkin disesuaikan dengan
rencana pengembangan wilayah. Program Utama ini terdiri dari Program
Bala Pertahanan Wilayah, Program Bala Pertahanan Terpusat, Program
Angkutan Terpusat, Pro-gram Bala Cadangan dan Program Intelijen, dan
Komunikasi Terpusat.
1) Program Bala Pertahanan Wilayah
Program ini meliputi kegiatan sebagai berikut:
a) Pembinaan TNI-AD diprioritaskan pada peningkatan pembinaan
teritorial sampai ke pelosok-pelosok wilayah Nasional untuk dapat
menciptakan kondisi teritorial yang mantap serta dapat menumbuhkan desa
sebagai pangkal kekuatan per tahanan rakyat semesta; meningkatkan
kemampuan kekuatan pemukul wilayah termasuk kemampuan pembekalan dan
pemeliharaan wilayah serta meningkatkan kemampuan aparatur intelijen
dari tingkat Kodam sampai dengan tingkat Koramil, sehingga dapat
melaksanakan penginderaan sedini mungkin, menghambat, melokalisasikan
dan menetralisasikan setiap gangguan dan ancaman.
b) Pembinaan TNI-AL diprioritaskan pada peningkatan
pengendalian laut dan peningkatan pembinaan perlawanan rakyat di laut
guna mendukung kemampuan pengamatan laut teritorial dalam rang-ka
mengimplementasikan Wawasan Nusantara dan meningkatkan sistem dukungan
administrasi dan logistik yang mampu menunjang operasi-operasi, baik
yang dilaksanakan oleh Kekuatan Wilayah maupun Kekuatan Terpusat.
c) Pembinaan TNI-AU diprioritaskan pada peningkatan kemampuan
komando dan pengendalian operasi udara dalam rangka membantu
pelaksanaan operasi-operasi darat dan laut; peningkatan kemampuan
pengamatan udara dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada dalam
wilayah seperti organisasi penerbangan sipil dan rakyat; meningkatkan
sistim dukungan administrasi dan logistik yang mampu menunjang
operasi-operasi, baik yang dilaksanakan
.oleh kekuatan wilayah maupun oleh kekuatan terpusat.
2) Program Bala Pertahanan Terpusat
Program ini meliputi kegiatan sebagai berikut:
a) Pembinaan TNI-AD diprioritaskan pada peningkatan kekuatan
pemukul yang memiliki daya tem-pur dan kesiapan yang tinggi, mobilitas
darat dan lintas udara yang
memadai, beserta perlengkapan yang lebih baik.
b) Pembinaan TNI-AL diprioritaskan pada peningkat-an kemampuan
peperangan di taut dan peningkatan kemampuan pengamatan taut dengan
mengembangkan kekuatan-kekuatan tempur laut yang tergabung dalam
Eskader TNI-AL.
c) Pembinaan TNI-AU diprioritaskan pada peningkatan kemampuan pengamatan udara, penyerangan udara dan pertahanan udara.
3) Program Angkutan Terpusat
Program ini meliputi kegiatan peningkatan kemampuan pemindahan
strategis pasukan, perlengkapan dan perbekalan keseluruh wilayah
Nusantara, dengan membentuk dan atau menyempurnakan satuan-satuan
angkutan strategis, terutama taut dan udara.
4) Program Bala Cadangan
Program ini meliputi kegiatan pembentukan satuansatuan tempur
cadangan untuk meningkatkan kekuat-an bala pertahanan wilayah, khususnya
dalam rangka meningkatkan kemampuan peperangan wilayah; satuan-satuan
angkutan darat, taut dan udara cadangan untuk meningkatkan kemampuan
pemindahan strategis; serta personil militer cadangan dalam rangka
membangun satuan-satuan, cadangan. Untuk itu, perlu segera disiapkan
ketentuan-ketentuan serta petunjuk-petunjuk tentang bala cadangan.
5) Program Intelijen dan Komunikasi Terpusat. Program ini meliputi kegiatan:
a) Peningkatan kemampuan intelijen strategis melalui peningkatan
kemampuan personil yang ada dan penambahan tenaga-tenaga ahli, serta
meningkat-kan penginderaan dan apresiasi terhadap lingkungan strategis
di dalam negeri maupun di luar negeri, yang meliputi bidang-bidang
politik, ekonomi, sosial-budaya, psychologi dan militer, sehingga
perubahan-perubahan tersebut dapat diidentifikasikan dengan teliti dan
cermat serta dapat memberikan cukup waktu untuk bertindak.
b) Peningkatan pelaksanaan kegiatan topografi dan hidrografi
untuk melengkapkan data bumi dan perairan wilayah Nusantara, yang punya
arti penting bagi upaya pertahanan dan keamanan maupun kesejahteraan
nasional.
c) Peningkatan kemampuan komunikasi strategis yang meliputi pendayagunaan segenap peralatan modern yang sudah ada.
Program Utama Kekuatan Keamanan
1) Program Kepolisian Daerah Program ini meliputi kegiatan
peningkatan kemampuan kepolisian daerah untuk dapat memelihara
keamanan dan ketertiban masyarakat, mampu memberikan pelayanan dan
penyelenggaraan penyelamatan masyarakat, penanggulangan gangguan
terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat serta kemampuan penegakan
hukum yang dapat menindak, membuktikan di depan pengadilan dan
melaksanakan putusan pengadilan atas perbuatan penyimpangan terhadap
hukum.
2) Program Kepolisian Pusat
Program ini meliputi kegiatan, peningkatan kemampuan untuk
penanggulangan gangguan-gangguan terhadap keamanan dan ketertiban
masyarakat yang bersifat khusus, berintensitas tinggi dan memerlukan
pencegahan serta penindakan secara khusus.
3) Program Angkutan Terpusat
Kebutuhan pemindahan strategis Polri dipenuhi oleh Angkutan Terpusat dari Program Utama Kekuatan Pertahanan.
4) Program Bantuan Keamanan Masyarakat
Program ini meliputi kegiatan peningkatan kemampuan menyelenggarakan
upaya keamanan oleh rakyat sendiri, dan peningkatan kemampuan dari
berbagai kepolisian khusus yang dibentuk dalam badan-badan pemerintah
tertentu.
5) Program Intelijen Kepolisian
Program ini meliputi kegiatan peningkatan kemampuan penginderaan
gejala atau kecenderungan yang dapat mengarah kepada timbulnya gangguan
terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, yang disebabkan oleh
perkembangan dan perubahan tata hidup masyarakat di dalam negeri dan
masyarakat dunia umumnya, sehingga pencegahan dapat dilaksanakan sedini
dan secepat mungkin.
Program Utama Dukungan Umum
1) Program Penelitian dan Pengembangan
Program ini meliputi kegiatan peningkatan penyelenggaraan penelitian
dan pengembangan dengan meni- tik beratkan pada perwujudan dan
penyempurnaan doktrin pertahanan dan keamanan nasional, sehingga
menghasilkan tatanan dengan hirarki yang tepat, kait-mengkait dan
merupakan satu kebulatan. Dalam bidang perlengkapan dan
peralatan, diadakan kerja-sama yang erat dengan berbagai lembaga
penelitian dan pengembangan yang ada, dengan memanfaatkan sebanyak
mungkin hasil-hasil yang dicapai oleh lembaga tersebut.
2) Program Pembekalan dan Pemeliharaan Terpusat
Program ini meliputi kegiatan peningkatan kemam- puan yang
diprioritaskan pada peningkatan atau per- wujudan kemampuan produksi
senjata ringan, amu- nisi, bahan-bahan peledak dan pendorong serta
alat- alat perhubungan; pembentukan persediaan bekal pe- rang
yang memadai untuk menghadapi keadaan- keadaan darurat, dan
peningkatan kemampuan per- baikan besar dan modifikasi alat tempur
utama, serta peningkatan kemampuan produksi suku cadang dalam rangka
swadaya di bidang pemeliharaan.
3) Program Pendidikan, Kesehatan dan Kegiatan Umum Personil
Program meliputi kegiatan peningkatan pembinaan personil baik
militer/polisi maupun sipil untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya.
Di bidang personil militer/polisi diprioritaskan pada peningkat-
an keahlian/kejuruan jabatan melalui pengadaan yang tepat, pendidikan
pembentukan dan pendidikan keahlian/kejuruan yang sebaik-baiknya,
sehingga menghasilkan pejuang yang terdukung oleh kemampuan profesional
yang sesuai dengan jabatan dan kepangkatan. Di bidang personil sipil
meningkatkan penggunaan pegawai sipil dalam upaya pertahanan dan
keamanan nasional sehingga menjadi komplemen dari pada personil
militer/polisi untuk tugas-tugas yang tidak memerlukan kwalifikasi
militer/polisi. Peningkatan perawatan personil terutama pada bidang
subsistensi dan kesehatan. Peningkatan usaha penyaluran personil yang
habis masa dinasnya atau memberikan bantuan agar dapat menyesuaikan diri
dalam kehidupan setelah selesai menjalankan dinas sehingga dapat
menjadi pendorong dan penggerak pembangunan.
4) Program Administrasi dan Manajemen
Program ini meliputi kegiatan peningkatan administrasi dan manajemen
yang terutama diprioritaskan pada fungsionalisasi dan efisiensi segenap
badan pertahanan dan keamanan; menyempurnakan sistem manajemen
sehingga mewujudkan suatu pembinaan partisipatif di semua tingkat,
dengan menyusun sistem administrasi dan manajemen yang memadai, lengkap
dan menyeluruh, yang mampu menjamin efisiensi penggunaan segenap sumber
daya.
d. Program Utama Bakti ABRI Program Bakti ABRI
Program ini meliputi pemanfaatan kemampuan ABRI guna menyelenggarakan
operasi bakti pada setiap kesempatan yang muncul untuk menunjang
pembangunan nasional, penanggulangan bencana alam dan sebagainya
c) Pembinaan TNI-AU diprioritaskan pada peningkatan kemampuan
komando dan pengendalian operasi udara dalam rangka membantu
pelaksanaan operasi-operasi darat dan laut; peningkatan kemampuan
pengamatan udara dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada dalam
wilayah seperti organisasi penerbangan sipil dan rakyat; meningkatkan
sistim dukungan administrasi dan logistik yang mampu menunjang
operasi-operasi, baik yang dilaksanakan
.oleh kekuatan wilayah maupun oleh kekuatan terpusat.
2) Program Bala Pertahanan Terpusat
Program ini meliputi kegiatan sebagai berikut:
d) Pembinaan TNI-AD diprioritaskan pada peningkatan kekuatan
pemukul yang memiliki daya tem-pur dan kesiapan yang tinggi, mobilitas
darat dan lintas udara yang
memadai, beserta perlengkapan yang lebih baik.
e) Pembinaan TNI-AL diprioritaskan pada peningkat-an kemampuan
peperangan di taut dan peningkatan kemampuan pengamatan taut dengan
mengembangkan kekuatan-kekuatan tempur laut yang tergabung dalam
Eskader TNI-AL.
f) Pembinaan TNI-AU diprioritaskan pada peningkatan kemampuan pengamatan udara, penyerangan udara dan pertahanan udara.
3) Program Angkutan Terpusat
Program ini meliputi kegiatan peningkatan kemampuan pemindahan
strategis pasukan, perlengkapan dan perbekalan keseluruh wilayah
Nusantara, dengan membentuk dan atau menyempurnakan satuan-satuan
angkutan strategis, terutama taut dan udara.
Sumber : http://oky1990.wordpress.com/2010/04/14/tugas-pertahanan-dan-keamanan-nasional/